Sambutan  Ketua Kwarnas Pada Peringatan Hari baden Powell ke-113

Sambutan Ketua Kwarnas Pada Peringatan Hari baden Powell ke-113

Cibubur, 20 Februari 2020

Yang saya hormati,

  1. Kakak-Kakak Pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka,
  2. Kakak-kakak Andalan Nasional Gerakan Pramuka,
  3. Kakak-kakak Ka Kwarda beserta utusan Kwarda Gerakan Pramuka seluruh Indonesia,
  4. Kakak-kakak Pimpinan Saka, Sako dan Gugusdarma Pramuka Tingkat Nasional,
  5. Adik-adik DKN dan DKD Gerakan Pramuka,
  6. Undangan dan seluruh Pramuka di mana pun berada yang dapat mengikuti acara ini melalui siaran langsung Scout Radio dan situs web Gerakan Pramuka,

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan, dan
Salam Pramuka,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat untuk menghadiri peringatan Hari Baden-Powell pada malam hari ini.

Baden-Powell atau nama lengkapnya Robert Stephenson Smyth Baden-Powell yang kemudian bergelar Lord kita kenal sebagai Bapak Pramuka Sedunia. Dilahirkan pada 22 Februari 1857, tanggal dan bulan kelahirannya kemudian ditetapkan sebagai Hari Bapak Pramuka Sedunia atau Bapak Pandu Sedunia.

Pada awal tahun 1900, Baden-Powell yang merupakan purnawirawan jenderal dari angkatan perang kerajaan Inggris melihat banyak anak dan remaja di negaranya yang kurang mempunyai kegiatan positif dan akhirnya terjebak dengan kegiatan-kegiatan negatif bahkan kriminalitas remaja yang meresahkan masyarakat. Hal itu yang membuat Baden-Powell memikirkan untuk membuat kegiatan positif bagi anak dan remaja di negaranya.

Setelah melihat bahwa ternyata buku karangannya “Aids to Scouting” yang tadinya diperuntukkan para calon prajurit di Inggris ternyata juga dibaca oleh anak-anak dan remaja, maka Baden-Powell memanfaatkan buku itu sebagai bahan utama kegiatan perkemahan yang dilakukannya di Pulau Brownsea, Inggris, dengan mengikutsertakan 20 anak dan remaja Inggris.

Hasil perkemahan itu menjadi bahan untuk buku “Scouting for Boys” yang ditulis dan diterbitkannya pada tahun 1908. Buku itu kemudian menjadi buku yang amat diminati, maka lahirlah gerakan kepanduan di Inggris dan segera menyebar ke seluruh dunia. Termasuk ke Indonesia, yang kegiatan kepanduan pertama kali digelar pada tahun 1912.

Inti dari kegiatan kepanduan yang kemudian di Indonesia dikenal dengan nama kepramukaan dan sejak 1961 disatukan dalam wadah Gerakan Pramuka, adalah mendidik dan membina anak-anak dan remaja untuk selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran agama masing-masing, cinta dan menjalankan kewajiban terhadap Tanah Air, siap menolong dan membantu siapa-pun yang membutuhkan bantuan, serta membina diri mereka sendiri untuk sehat secara jasmani, dan mampu mandiri, serta berketerampilan hidup yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kepramukaan sedapat mungkin dilakukan di luar ruangan, di alam terbuka, sambil mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dan membantu merawat serta melestarikan lingkungan hidup, termasuk flora dan faunanya.

Kegiatan kepramukaan yang pertama kali digagas oleh Baden-Powell tersebut adalah bagian dari pendidikan karakter untuk menjadikan kaum muda menjadi manusia yang berguna bagi diri mereka sendiri, keluarga, bangsa, dan negaranya.

Baden-Powell juga berusaha menjadikan dunia yang lebih baik. Itulah yang menjadi slogan gerakan kepramukaan sedunia saat ini yaitu, “Para Pramuka Menciptakan Dunia yang Lebih Baik”.

Upaya menciptakan dunia yang lebih baik itu dapat kita lakukan mulai dari lingkungan terkecil, yaitu di dalam keluarga masing-masing. Berusaha hidup damai dengan sesama keluarga, tidak saling menyakiti, tidak melakukan perundungan dan tidak terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Di lingkungan masyarakat kita juga berusaha agar tidak terjadinya intoleransi, dengan saling menghormati satu sama lain, apa-pun latar belakangnya. Baden-Powell juga telah memberikan teladan dengan menyelenggarakan jambore yang terbuka untuk semua, tanpa membeda-bedakan pesertanya.

Kita juga harus menjaga agar setiap Pramuka dapat menjadi yang terdepan dalam mencegah berkembangnya ujaran kebencian, kabar bohong, maupun perilaku negatif lainnya. Termasuk mencegah peredaran narkoba, meluasnya pornografi, tawuran, dan perilaku kriminalitas lainnya.

Pada akhirnya, marilah kita peringati Hari Baden-Powell ini dengan semangat untuk terus menjadikan dunia yang lebih baik, dan tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semoga upaya yang kita lakukan bagi kaum muda senantiasa mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Selamat memperingati Hari Baden Powell.

Jayalah Pramuka, dan Jayalah Indonesiaku.

Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ohm santi santi santi ohm,
Salam Pramuka!

Jakarta, 20 Februari 2020

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,

Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *