Honduras_MOP_2

Pernah melihat Pramuka berfoto dengan pose kedua tangan membentuk burung merpati. Atau, kita sering melakukan pose tersebut. Kadang kita melakukan tanpa paham maksudnya. Tahukah, makna burung merpati tersebut? Ternyata, simbol burung merpati yang sering kita gunakan untuk pose foto selama ini memiliki makna khusus.

Burung merpati tersebut dapat ditemukan dalam logo Messengers of Peace (MoP). Semua Pramuka adalah Messengers of Peace, maka dari itu lambang tersebut sangat populer dalam kalangan Pramuka. Kemudian, apa itu Messengers of Peace?

Messengers of Peace adalah program World Organization of the Scout Movement (WOSM) yang memiliki tujuan untuk mewujudkan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya program ini, Pramuka di seluruh dunia ikut berperan dalam mewujudkan perdamaian dengan senantiasa berbuat baik dan menginspirasi. MoP diinisiasi oleh Raja Abdullah dari Arab Saudi dan Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia. Program tersebut diluncurkan pertama kali pada tahun 2011 dan Indonesia terpilih menjadi salah satu negara untuk Pilot Project MoP.

Oleh karena itu beberapa Kwarda melakukan kegiatan bakti yang bertujuan untuk memperluas jarigan MoP ke berbagai daerah dan menginspirasi kepada sekitar melalui program ini. Ada tujuh Kwarda yang pertama kali melaksanakan MoP, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. Contoh kegiatan: Kwarda DKI melaksanakan Jakarta Clean and Green River for a Better Future. Kwarda Banten menjalankan kegiatan Flower Garden. Kwarda Jawa Timur mengadakan Scout for Restoration.

“Kita (Messengers of Peace) mengangkat arti damai yang lebih luas, tidak hanya secara harfiah. Semua hal yang menyangkut berbuat kebaikan merupakan bagian dari perdamaian menurut MoP, tidak hanya sebatas dunia tanpa konflik. Hal sederhana, seperti membahagiakan dan berdamai dengan diri sendiri juga merupakan bagian dari arti perdamaian. Karena tanpa berdamai dengan diri sendiri kita tidak dapat membawa perdamaian untuk orang lain,” kata Kak Erwin Samuel, Messengers of Peace Asia Pacific Region Core Team Member. 

Messengers of Peace Indonesia mengenal tagline “Dream-Do-Share” yang menginterpretasikan bahwa MoP berkaitan erat dengan mimpi. Diharapkan melalui tagline tersebut, Pramuka senantiasa berbuat, berdampak, dan menginspirasi sebanyak-banyaknya. MoP mengenal mantra khusus yang disebut “Alele”. Inti dari mantra tersebut adalah sebagai Pramuka jangan takut bermimpi dan berusaha untuk menggapai mimpi itu, karena tidak ada mimpi yang bisa digapai tanpa berusaha. Setelah kita berusaha, maka semesta akan mendukung mimpi itu menjadi nyata. 

Kak Nauli Fitria selaku National Coordinator for MoP Indonesia berpesan kepada seluruh Pramuka Indonesia untuk tidak berhenti berbuat kebaikan, dalam hal kecil sekali pun, “Pramuka Indonesia dapat selalu menginspirasi generasi muda di seluruh dunia untuk terus berbuat kebaikan di mana pun dan kapan pun. Karena di masa pandemi ini, kita diharapkan untuk dapat saling gotong royong dan tolong menolong. Melalui cara itulah akan membuat kita semua bisa bertahan melewati pandemi ini,” kata Kak Nauli yang bekerja di Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta.  

Alele

Alele! (Alele!)
Alele Kita Conga (Alele Kita Conga)
A Massa Massa Massa (A Massa Massa Massa)
Oh ah lo-eh ah lo eh-ah lo-ah (Oh ah lo-eh ah lo eh-ah lo-ah)

***

Teks: Kak Isha
Editor: Kak Fitri
Foto: Dok. Kak Nauli (dok. MoP)

Share and Enjoy !