Dari film The Carrier tergambar dengan jelas betapa berbahayanya virus menular tanpa ada obatnya. Bahayanya terletak pada ketahanan ego manusia untuk bernafsu hidup sampai mengamankan dan memutus mata rantai dari si korban virus.

Lockdown dijalankan agar terjadi kesepahaman penduduk yang berbeda kehendak. Tujuannya adalah agar virus tidak terus menerus menyebar membunuh orang lain. Disiplin diri dan pemerintah. Berani melakukan kebijakan yang penuh risiko tetapi penting. Setia atas kelangsungan hidup yang tidak boleh terputus. Setia atas ikhtiar yang harus dijalankan berdasarkan titah Allah Swt. Kondisi berangsur pulih. Nafsu mereda. Kesadaran muncul.

Sama dengan film tersebut, ada film Contagion (2011) yang berformula pandemi virus corona. Manusia tiba-tiba terjatuh hilang nafas akibat virus merajalela. Penyelesaiannya adalah Disiplin Berani dan Setia.

Disiplin Berani dan Setia sangat ampuh untuk menyelesaikan Covid-19 di Wuhan. Kesadaran tinggi warga Wuhan atas dampak bergerak saat Covid-19 merebak, kecepatan bertindak, dan keseriusan penanganan menjadi kunci utama. Itu bisa dilihat di film dokumenter The Lockdown: One month in Wuhan.

Bagi pramuka, jalan yang ditempuh adalah menerapkan Disiplin Berani dan Setia. Pramuka harus disiplin mengkarantina diri apapun keadaannya. Saat ini, kondisi berada di luar kebiasaan. Disiplin atas perintah negara harus dijalankan. Kebijakan negara tentu untuk kelangsungan hidup bangsanya. Gunakan jiwa dan perilaku disiplin pramuka ke tingkat tertinggi. Peduli atas kehendak pimpinan bangsa diutamakan.

Kemudian, pramuka harus berani membantu sesama dengan saling mengingatkan. Keluarkan tabungan untuk mengadakan masker kemudian dibagikan ke yang sakit. Jaga jarak sentuh diri dengan orang lain. Tetap bugar karena paham gizi dan olahraga rutin. Ikuti petunjuk pimpinan.

Setia berarti tetap konsisten atas tindakan yang berdisiplin dan berani. Setia atas tugas kemanusiaan. Setia atas janji terhadap satya pramuka.

Tulisan Kak Joko Mursito berjudul Peluru dan Virus mengajak pembaca untuk tetap waspada dan berdekat diri kepada Allah Swt. Tulisan itu menyentuh diri agar tidak panik. Tentu, pramuka jauh dari panik karena selalu waspada. Lebih jauh dari itu, lakukanlah kepedulian sesama dengan Disiplin Berani dan Setia. Sempatkan lihat tiga film yang ditulis di atas dengan ketegaran dan berpikir positif. Lalu katakan dengan keras Indonesia Mampu atau Kita Mampu.

Dari fakta Covid-19 di negara lain dan kisah ketiga film di atas, tersimpulkan bahwa Disiplin Berani dan Setia menjadi tindakan yang harus dijalankan. Lakukan tindakan diri untuk bangsa.

*) Oleh Kak Suyatno (Waka Binawasa Kwarnas)

Share and Enjoy !